If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



 
Jan 7, 2008
WAKTU
seperti kunang-kunang
di tangan kenangan
bagai terpegang
        terbang pelan
        menghilang
        ke dalam
sebuah rimbun di halaman

[01.2008]

Posted at 04:10 pm by jimpe
Make a comment  

 
Dec 28, 2007
PINTU-PINTU
(interpretasi atas pulk/revolving doors-radiohead [amnesiac])

pintu-pintu gudang itu

adalah pintu-pintu berputar
pintu di ruang-ruang kemudi
kapal-kapal pesar
dan pintu-pintu terus berputar
adalah pintu yang membuka
dirinya sendiri

pintu-pintu geser
dan pintu-pintu rahasia
adalah pintu yang terkunci
pintu-pintu larangan
ada pula pintu yang membawamu masuk dan keluar
tapi tak akan pernah terbuka
dan ada pintu-pintu jebakan
yang membuatmu tak bisa pulang

[12.2007]


Posted at 12:31 am by jimpe
Make a comment  

 
Dec 22, 2007
SEGALA GELAP
segala gelap
pekat yang lengkap
telah ditangkup ke dalam sajak

hanya pagi yang mekar
awannya merah, seperti gincu gadis
menuju pasar

[12.2007]

Posted at 05:55 pm by jimpe
Make a comment  

 
Dec 19, 2007
SAJAK UJUNG PALUNG
(interpretasi atas pyramid song-radiohead [amnesiac])

di sungai ini aku tenggelam
dan tahukah engkau apa yang kusaksikan?

malaikat bermata malam menemaniku berenang
serongsok bulan penuh bintang,
juga gugusan kereta
seluruh sosok yang pernah aku sapa
ditemani kekasih-kekasih
abad-abad silam juga masa nanti

lalu kami berangkat ke surga di balik awan
terengah-engah mendayung sampan

tak ada yang perlu ditakutkan dan diragukan
ya, tak perlu kecut dan takut.

[12.2007]

 

Posted at 01:05 am by jimpe
Make a comment  

 
Dec 18, 2007
MALAM DI SEBUAH PADANG
di sebidang dada, di sehampar padang yang dikepung penjuru
dan segala ufuk, sungai-sungai berdetak, tak berhenti mengalirkan
doa yang tak pernah cukup
tak lelah memanggil purnama agar jalan lengang segera terang,
menuju sebuah peluk.

malam-malam yang penuh kembang api, bunyi mercon
yang mengilukan pinggang kananku, dan degub beduk lebaran
yang terus aku peram di dada kiriku akan aku buka untukmu,
bila kelak tiba di depanmu.

tapi engkau terus melangkah pergi ke arah ufuk,
menjauh dari doa-doaku.

[12.2007]

Posted at 03:55 pm by jimpe
Make a comment  

 
Dec 16, 2007
PADA SEBUAH PEREKAM
(terjemahan bebas dari videotape-radiohead)

setiba di pintu-pintu berkemilau mutiara ini

akan aku dekam ke dalam perekam, ke segala perekam
karena elmaut di belakang sana menguntit
menjulurkan tangan, ingin mencekik

maka datanglah hari yang penuh puisi
yang membungkusku di sini
menjadi merah, biru, hijau
memerah, membiru, menghijau

engkaulah pusat dari segala pengisaranku
di luar dari yang engkau lihat di perekam
dari segala yang berdiam
yang aku peram dalam perekam

tapi beginilah akhirnya aku harus melambai
karena tak akan mampu aku memandang wajahmu
dan aku bicara padamu sebelum malabala itu tiba
lewat perekam ini

bila pun ada yang terjadi hari ini, tak usah takut
hari ini, aku rasa, hari paling hijau yang pernah tiba di mataku.

[12.2007]


Posted at 03:48 am by jimpe
Make a comment  

 
Nov 27, 2007
SEPASANG MATA DI LUKISAN
sepasang warna mata
ia sembunyikan sepanjang masa
ke dalam sebuah lukisan

ditebarnya warna itu ke segala ufuk
untuk mengantar magrib pulang
tapi kini ia gugup
karena pagi segera datang

tak ada lagi warna bagi langit
untuk menyambut segala terbit

[11.2007]

Posted at 01:48 am by jimpe
Make a comment  

 
Nov 5, 2007
NOVEMBER
begitu lahir, engkau gelagap mencari airmata
ingin turut dalam haru para karib
yang memasang dua ufuk magrib
dan sepasang matahari di wajah,
yang mengalirkan sungai-sungai doa;
mereka tahu sudah waktunya ingsut dan terbenam
untuk itu, mata masih kau pejam

lalu dua matahari yang kau simpan di kelopak pagi
pelan kau buka, berpendar cahayanya begitu kata-kata dieja
bangun terbungkuk mencari makna
tapi yang kau temui embun, yang serupa airmata,
termenung setiap pagi, di ujung-ujung rumput yang gemetar
menadah hari-hari

dan malam ini, mengalir sepasang sungai yang bermuara di
ufuk yang kau katup, menatap kikuk bulan yang serupa rahim
dengan sesosok bayi yang ringkuk
seraya mereka-reka, adakah yang lahir kali ini

[11.2007]


Posted at 10:39 am by jimpe
Make a comment  

 
Nov 1, 2007
HUJAN MENGEPUNG MALAM
(interpretasi bebas lagu and it rained all night-Thom Yorke [the eraser])

lalu hujan membasuh segala malam
dan hanyutlah segala kelam
turun ke udara new york yang redam
gemeretak rel baja, melintas lokomotif hitam
sejuta mesin menderu memuat hampa

bom waktu yang bertiktok sedih
di beton bawah tanah lima puluh kaki
seperti tetes-tetes yang membentuk danau
bisikkanlah ke telingaku segala sengau
kusulap menjadi lagu
kratakkratakkrutuk
aku bosan menyahut
pendulum di jam pak tua terus berayun

masih aku pandangi kau dari jauh
tak pernah mampu menyentuhmu

hujan mengepung malam
dan hari-hari pun murung
tetesnya memenuhi wajah dan tangan
kunang-kunang keluar sarang
bertanya ada apa gerangan
kita masih menarik kereta tenggelam

keluar dari sungai yang membentang

tidaklah menyedihkan
   gaib namun karib
         tak kenal lelah
               tak terdedah-bantah
                    dan tak bisa kau sangkal

lalu kenapa ia terlihat indah?
bagaimana bisa bulan tanggal dari langit?

aku mampu menatapmu
tapi aku tak akan pernah bisa menyentuhmu

ya, aku hanya mampu menatapmu

[11.2007]


Posted at 04:08 am by jimpe
Make a comment  

 
Oct 29, 2007
DETAK EMBUN PERTAMA
bagai tetes embun pertama menyentuh kolam
tiga kali detak jam ini malam
lalu gelombang sepi menuju tepi
mengangguk bebatang rumput itu berkali-kali


[10.2007]

Posted at 03:11 am by jimpe
Make a comment  

Next Page