|
setiba di pintu-pintu berkemilau mutiara ini akan aku dekam ke dalam perekam, ke segala perekam karena elmaut di belakang sana menguntit menjulurkan tangan, ingin mencekik maka datanglah hari yang penuh puisi yang membungkusku di sini menjadi merah, biru, hijau memerah, membiru, menghijau engkaulah pusat dari segala pengisaranku di luar dari yang engkau lihat di perekam dari segala yang berdiam yang aku peram dalam perekam tapi beginilah akhirnya aku harus melambai karena tak akan mampu aku memandang wajahmu dan aku bicara padamu sebelum malabala itu tiba lewat perekam ini bila pun ada yang terjadi hari ini, tak usah takut hari ini, aku rasa, hari paling hijau yang pernah tiba di mataku. [12.2007] |
| Leave a Comment: |