|
dan segala ufuk, sungai-sungai berdetak, tak berhenti mengalirkan doa yang tak pernah cukup tak lelah memanggil purnama agar jalan lengang segera terang, menuju sebuah peluk. malam-malam yang penuh kembang api, bunyi mercon yang mengilukan pinggang kananku, dan degub beduk lebaran yang terus aku peram di dada kiriku akan aku buka untukmu, bila kelak tiba di depanmu. tapi engkau terus melangkah pergi ke arah ufuk, menjauh dari doa-doaku. [12.2007] |
| Leave a Comment: |