Entry: MALAM DI SEBUAH PADANG Dec 18, 2007



di sebidang dada, di sehampar padang yang dikepung penjuru
dan segala ufuk, sungai-sungai berdetak, tak berhenti mengalirkan
doa yang tak pernah cukup
tak lelah memanggil purnama agar jalan lengang segera terang,
menuju sebuah peluk.

malam-malam yang penuh kembang api, bunyi mercon
yang mengilukan pinggang kananku, dan degub beduk lebaran
yang terus aku peram di dada kiriku akan aku buka untukmu,
bila kelak tiba di depanmu.

tapi engkau terus melangkah pergi ke arah ufuk,
menjauh dari doa-doaku.

[12.2007]

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments